Apa itu Pupuk Organik? Sejarah, Pengertian, Kegunaan dan Jenis - Jenisnya


Jorena - Pupuk organik (Pupuk Alami) mencakup semua pupuk yang dibuat dari sisa - sisa metabolisme atau organ hewan dan tanaman. Pupuk organik sukar ditentukan isinya, tergantung dari sumbernya. Keunggulan pupuk organik ialah dapat memperbaiki kondisi fisik tanah karena dapat membantu pengikatan air secara efektif.

Pupuk Organik. Pinterest Jorena.id


Apa itu Pupuk Organik?


Pupuk Organik adalah pupuk yang tersusun dari materi makhluk hidup, seperti pupuk kandang ,sisa - sisa tanaman, kotoran hewan, dan manusia. Pupuk organik dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. 

Pupuk organik mengandung banyak bahan organik daripada kadar haranya. Sumber bahan organik dapat berupa kompos, pupuk hijau, pupuk kandang, sisa panen ( jerami, brangkasan, tongkol jagung, bagas tebu, dan sabut kelapa), limbah ternak, limbah industri yang menggunakan bahan pertanian, dan limbah kota (sampah).

Sejarah Pupuk Organik

Sejarah penggunaan pupuk pada dasarnya merupakan bagian daripada sejarah pertanian. Penggunaan pupuk diperkirakan sudah dimulai sejak permulaan manusia mengenal bercocok tanam, yaitu sekitar 5.000 tahun yang lalu. Bentuk primitif dari penggunaan pupuk dalam memperbaiki kesuburan tanah dimulai dari kebudayaan tua manusia didaerah aliran sungai Nil, Euphrat, Indus, Cina, dan Amerika Latin.

Lahan - lahan pertanian yang terletak disekitar aliran - aliran sungai tersebut sangat subur karena menerima endapan lumpur yang kaya hara melalui banjir yang terjadi setiap tahun.

Di indonesia, pupuk organik sudah lama dikenal para petani. Penduduk Indonesia sudah mengenal pupuk organik sebelum diterapkannya revolusi hijau di Indonesia. Setelah revolusi hijau, kebanyakan petani lebih suka menggunakan pupuk buatan karena praktis dalam penggunaannya, jumlahnya jauh lebih sedikit dari pupuk organik, harganya juga relatif murah, dan mudah sekali diperoleh.

Kebanyakan petani sudah sangat tergantung pada pupuk buatan, sehingga dapat berdampak negatif terhadap perkembangan produksi pertanian. Tumbuhnya kesadaran para petani akan dampak negatif penggunaan pupuk buatan dan sarana pertanian modern lainnya terhadap lingkungan telah membuat mereka beralih dari pertanian konvensional ke pertanian organik.


Kegunaan Pupuk Organik


Kelebihan 


• Meningkatnya produktivitas dari lahan pertanian. Karena dengan meningkatnya kadar kandungan bahan organik dan unsur hara yang ada dalam tanah, maka dengan sendirinya akan memperbaiki sifat, kimia dan biologi tadi tanah atau lahan pertanian.

• Semakin mudahnya melakukan pengolahan lahan karena tanah semakin baik.

• Harga pupuk organik lebih murah,, dapat dibuat sendiri dan bahannya sangat mudah didapat dari alam.

• Pupuk organik mengandung unsur mikro yang lebih lengkap dibandingkan dengan pupuk kimia

• Pupuk organik akan memberikan kehidupan bagi mikroorganisme tanah sehingga kesuburan tanah meningkat

• Mempunyai kemampuan dalam memobilisasi atau menjembatani hara yang ada di tanah sehingga akan membentuk partikel ion yang mudah diserap oleh tanaman.

• Mempunyai kemampuan dalam melepas hara tanah dengan sangat perlahan dan terus menerus, sehingga akan membantu mencegah terjadinya kelebihan suplai hara yang membuat tanaman keracunan.

• Mampu menjaga kelembaban dari tanah, sehingga akan mengurangi tekanan atau tegangan struktur tanah pada tanaman.

• Mampu membantu mencegah erosi lapisan atas tanah

• Mampu menjaga dan merawat tingkat kesuburan tanah

• Memberi manfaat  untuk kesehatan manusia, karena banyak kandungan nutrisi dan lebih lengkap dan lebih banyak

• Pemberian pupuk organik pada tanah berpasir mengakibatkan daya ikat tanah meningkat.

• Beberapa ahli menyebutkan bahwa pemberian pupuk organik akan meningkatkan populasi musuh alami patogen sehingga akan menekan aktivitas saprofitik pathogen (organisme pengganggu tanaman).


Kekurangan 


• Pupuk organik, terutama pupuk kandang, masih sering mengandung biji-bijian tanaman pengganggu. Biji-bijian yang termakan ternak tidak akan tercerna sehingga dapat tumbuh mengganggu tanaman.

• Pupuk organik sering menjadi faktor pembawa hama penyakit karena mengandung larva atau telur serangga sehingga tanaman dapat diserang.

• Kandungan unsur hara dalam pupuk organik sulit diprediksi

• Respon tanaman terhadap pupuk organik lebih lambat, karena pupuk organik bersifat slow release.

• Penerapan hasil bioteknologi, seperti pupuk mikroba, masih jarang digunakan. Sehingga penambahan jumlah mikroorganisme dalam tanah kurang optimal.

• Jika pupuk organik (kompos) yang diberikan masih mentah maka bahan organik akan diserang oleh mikroba sehingga unsur hara tanaman menjadi berkurang karena “dimakan” oleh mikroba-mikroba dari kompos mentah.  

Jenis - jenis Pupuk Organik


Ada beberapa jenis pupuk yang dikategorikan sebagai pupuk organik, yaitu

1. Pupuk Kandang


Pupuk Kandang merupakan pupuk yang berasal dari kotoran hewan. Hewan yang kotorannya sering digunakan untuk membuat pupuk kandang ialah kambing, sapi, domba, kuda dan ayam.

2. Pupuk Hijau


Pupuk Hijau merupakan pupuk organik yang berasal dari tanaman atau berupa sisa panen. Sumber pupuk hijau dapat berupa sisa - sisa tanaman, seperti kacang - kacangan dan tanaman paku air (Azola)

3. Kompos


Kompos merupakan sisa bahan organik yang berasal dari tanaman, hewan, dan limbah organik yang telah mengalami proses dekomposisi atau fregmentasi. 

4. Humus 


Humus merupakan material organik yang berasal dari degradasi ataupun pelapupuk kandang daun - daunan dan ranting - ranting tanaman yang membusuk dan akhirnya mengubah humus menjadi bunga tanah, dan kemudian menjadi tanah.

5. Pupuk Organik Buatan


Pupuk organik buatan merupakan pupuk organik yang telah diproduksi di pabrik dengan menggunakan peralatan yang modern.

Baca Juga Artikel Ini,


1. Panji Nugroho, Buku Panduan Membuat Pupuk Kompos Cair.
2. cybex-pertanian.go.id: Pupuk Organik
3. wikipedia.org: Pupuk Organik